Kepulangan Baguzt adalah Duka Kita Bersama

26 Aug

Seorang anak lelaki bertubuh tambun terlihat asik menikmati sebaskom kepiting rebus. Duduk di depan televisi yang menayangkan film kartun, sesekali anak tersebut menyeka keringatnya dengan handuk kecil yang melingkar di lehernya.

Itu saya, 25 tahun yang lalu!

Asyik menikmati kepiting segar yang direbus dengan sedikit garam.

Kepiting memang makanan favorit saya. Dagingnya yang manis dan bertekstur lembut membuat saya mampu menghabiskan berkilo-kilo kepiting sendirian!

Namun entah mengapa, di malam tantangan berbahan utama Kepiting di Master Chef Indonesia, rasa suka terhadap kepiting malah membuat kepala ini buntu ide.

Selain direbus, bumbu kari, bumbu asam pedas dan masak telor asin, apa lagi ya variasi hidangan kepiting?

Akhirnya saya mengolah kepiting bukan menjadi hidangan utama malam itu. Namun sebagai hidangan pembuka (Appetizer)

Pemenang di tantangan ini akan langsung masuk ke Top 10!

Saya pengen banget. Bukan hanya pengen masuk Top 10 tapi juga kepengen banget bisa memenangkan Challenge.

Saat dipanggil untuk dicicipi, saya mendapat beberapa kritikan. Daging kepiting di masakan yang saya buat terlalu basah dan berair. Langsung pupus harapan untuk memenangkan tantangan.

Desi, lagi-lagi menang! Selain langsung ke TOP 10, dia juga berhak untuk menentukan bahan di Pantry Pick Challenge… Bahan yang tersedia adalah Labu, Nangka Muda dan Oyong.

Rupanya Oyong/ Gambas/ Luffa’s Fruit (http://en.wikipedia.org/wiki/Luffa) yang dipilih. Pada dasarnya Oyong adalah bahan dasar yang cukup mudah untuk diolah. biasanya kita mengolahnya untuk sup, ditumis, dsb…

Kesulitannya adalah kita diminta untuk mengolahnya menjadi sesuatu makanan yang baru.. It’s an Invention Test!

Dimana bentuknya harus berbeda dan harus tetap memiliki tekstur yang tetap seperti oyong.

Untung saya mendapat ide untuk mengolahnya menjadi Chinese Food yang lebih dikenal dengan kategori makanan Dimsum. Sebelumnya kita harus menghilangkan lendirnya dengan cara dikukus. Oyongnya saya gunakan sebagai dasar dari dimsum tersebut dan diatasnya ada daging olahan udang dengan ayam. Terakhir, saya siram dengan Black Pepper Sauce…

For me, it tastes perfect! Tapi agak ragu kok warnanya jadi hitam gara2 saya siram dengan Black Pepper Sauce.

Opik! Hari ini, dia yang memenangkan tantangan Oyong. Makanannya brilliant! Perpaduan 2 teknik memasak yang berbeda. Menyusul Desi menjadi Top 10 Master Chef Indonesia 2.

Namun kegembiraan kami sirna mendengar Baguzt masuk Pressure Test. Menebak 20 bahan hanya dengan melihat dan menciumnya.

At that time, saya khawatir Baguzt tidak berhasil melewatinya. Benar saya! Dia harus pulang malam itu. Tangis Opik tumpah. Saya juga tidak kuat menahan haru.

Cita2 kami pupus, memasuki 3 besar bersama-sama.

1 teman seperjuangan gugur sudah.

Saya setuju dengan Chef Juna. All u need to do is just listen, bro! Km punya skill dan kemauan. Chef Juna yang keras bahkan menitikkan air mata untuk Baguzt yang harus pulang dengan cara seperti ini.

Malam hari di hotel, saya dan Opik marah2 menyalahkan Baguzt atas kegagalannya. Tapi kami sadar, apapun yang kami katakan, tidak akan membuat para juri merubah keputusan itu.

The decision is made already!

Tinggal Opik, teman seperjuangan yang akan menemani saya.

Komentar Chef Juna di Facebooknya sesaat setelah Baguzt dieliminasi :

Waduh ternyata hari ini yah episode oyong….
Oke, banyak pertanyaan, kenapa
Langsung aja deh,

Kontestan itu pada bodo, dan yg season 2 ini kebangetan. nga dengerin tantangannya apa, persyaratannya apa aja. Dan yg dituntut dari kita itu apa pada tantangan tersebut.

Mereka nga sadar kalo ikut acara itu merubah nasib hidup. Apapun yg mereka buat bakal laku/laris.
Yg out no 20 season 1 aja jualan macarons aja laris. Apalagi 10 besar.
So we were upset karena kebanyakan tuh buat kesalahan yg “stupid” padahal sebenernya kalo mereka serious tuh bisa, bagus malah.

And that time tantangan oyong. Satu2 dicobain BUSUK semua. This guy waktiu masih masak gw samperin dia bilang lagi buat pizza dough (sementara dia dikenal kuatnya di indonesian food).
So I ask him “dah pernah buat pizza?”
He said “belom chef, tapi sering liat mama buat (and fyi his mom live in california now maybe dah 10-15 thn, jadi umur berapa dia liat mamanya buat itu).
So yg ada in my head trus I ngobrol sama degan and rinrin ….. Emang mau liat sesering mungkin bakal bisa buatnya?
Nah bener khan pas dia maju untuk dicobain, mana semua sebelumnya itu ancur gila semua makanya kekeselan kita tuh dah memuncak,
pizza dia dough nya GAGAL trus so damn disgusting. Oyongnya hanya dipotong tipis2 (hampir kaya kertas), pengolahannya tidak ada dong.
I think I didn’t try it krn terlalu Murka.
Tapi kemurkaan itu nga ilang2, anaknya dah kembali ketempat, camera stop rolling siap2 untuk kontestan selanjutnya. Pas lagi minum “somehow” I banting tu minuman ke tong sampah yg kaleng gitu.
BANG…. Satu studio kaget semua, kaya napas aja nga berani. And I went out ke pintu belakang cari angin. So shoot got postponed.

Alasan kenapa murka banget :
1. Anak ini selalu buat “stupid” mistake like that, padahal pernah beberapa kali menang tantangan.
2. Satu2nya kontestan yang pernah mendapat pujian tertinggi dari saya… Mengenai attitude how to tackle a challenge. Terutama pada pressure test dessert MILLE FEUILLE (perlu diingat dia indonesian cook melakukan french elegant dessert), hasilnya sempurna hampir seperti yg diperagakan Marinka, hanya bermodal pay attention, TEKAD bulat that “I don’t wanna go home”, sehingga attitude-nya amazing, body languagenya saya perhatikan (sampe cerita ke 2 other chefs) bener2 niat (sebagai contoh kaki ngengkanglebar supaya badan rendah dan bungkuk supaya saat itu si kaleng cocoa powder itu eye level sehingga bubuk2 yg jatuh itu sempurna). To me that’s SUPERB, masak mah gampang tp the attitude how you handle a task, the mentality.
THE MIND CONTROLS THE BODY.
3. I seemed like punya 6th sense di season 2 ini.
Believe it or not urutan siapa yang bakal pulang dari 16 besar in my head (not thinking about it, tapi kaya ada flashes of pictures/memories).
Jadi pas dia pizza nya busuk otomatis I know he’s pressure test. And I know otomatis he’s gonna go home.

TRUE ENOUGH, abis penilaian pressure test. Dia yg dieliminasi.
No hubungan deket sama dia. Tapi nga di-rencanakan tiba2 pas dah salaman, tears came down… And it was kinda a lot and uncontrollable.

I don’t know why!!!!
But maybe I’m just too angry that these people are so stupid OR I menyayangkan these people nga sadar that this is a life changing experience dan pasti akan merubah nasib hidup, jadi sayang banget kalo disia-siakan karena teledor/sembrono/tidak perhatikan yang berulang-ulang kali OR I’m just scared of myself that I can see the future (what I “saw” is really happening, again n again n all the way till the end) yang kebetulan saat itu si Baguzt.. ….. Or maybe all three together. somehow

https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=499760963385839&id=224304764264795

3 Responses to “Kepulangan Baguzt adalah Duka Kita Bersama”

  1. Maurrin dukung Chef'baguzt August 29, 2012 at 1:44 pm #

    mas’ bagus you are the best😀

  2. bundanyamaxy September 2, 2012 at 1:07 pm #

    semangat terus Mas Ken!🙂

  3. Aygita September 10, 2012 at 4:58 am #

    Wew… baru tau… separah itu mangkelnya Juna sampe ditulis panjang lebar di blog nya… >..<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: