Dipandang Sebelah Mata, Malah Jadi Juara

22 Aug

Mi (Indonesia), Noodle (Inggris), Nudel (Jerman), Tagliatelle (Italia), Nouille (Perancis) dalam bahasa apapun itu, Mi adalah makanan favorit saya. Berkuah, digoreng, dibikin pasta atau diolah dengan apapun, saya suka!

Di tantangan kali ini, Mi adalah bahan utama yang harus kami olah. Yang ada dalam pikiran saya, bagaimana mengolah Mi menjadi suatu hidangan yang lain. Selain berkuah, digoreng atau diolah menjadi pasta.

Teknik pengolahan yang saya pilih kali ini adalah dengan menggunakan oven. Saya akan membuat semacam Pizza Mie. Dengan basic saus yang terbuat dari buah tomat segar, saya harap, olahan Mi yang lain dari biasanya ini mampu memukau para juri. Mi ini saya beri nama :

Mie Panggang Ikan Kakap

Chef Marinka memberi saran bahwa sebaiknya Paprikanya diolah terlebih dahulu agar matang sempurna. Chef Degan memuji penampilan dari makanan ini.

Saya puas dengan hasil masakan saya ini🙂

Masih sangat membekas dalam ingatan saya, ketika hotel tempat kami menginap diserbu puluhan tentara berbaju loreng. Derap langkah mereka bahkan terdengar jauh sebelum mereka menggedor dan membangunkan kami. Sebelum benar-benar sadar dan terbangun, saya sempat DeJaVu.

Mengingat jaman ketika saya masih aktif di Menwa (Resimen Mahasiswa) di kampus. Didikan keras dan disiplin yang saya dapat dari para tentara saat mengikuti Menwa membuat saya memiliki mental kuat yang tidak mudah menyerah. Bonusnya adalah stamina tubuh yang tidak mudah capek. Terang saja, dulu kami para Resimen Mahasiswa dilatih untuk selalu sigap dan siap dalam segala kondisi. Berjalan sambil memanggul beban, merayap, merangkak dan berlari merupakan latihan dasar kami.

Hari itu, hanya saya dan Beng yang sempat mandi dan mempersiapkan diri setelah ‘penggerebekan’ mendadak di pagi buta tersebut. Kontestan lainnya tidak sempat mandi ataupun berganti baju karena masih syok dan kaget dengan serangan tersebut.Total waktu yang diberikan untuk kami hanya 3 menit!

Off Site Challenge kali ini ternyata berhubungan dengan para tentara tersebut. Selain memasak, para kontestan digembleng untuk menjadi lebih tangguh dan disiplin. Ini merupakan Group Challenge pertama saya di Blue Team yang dikepalai oleh Vera bersama dengan Opik, Zeze, Hani dan Tante Joice. Banyak hal kecil yang membuat kami, Blue Team sempat berkecil hati, Tante Joice yang sempat terjatuh hingga harus duduk di kursi roda dan anggota Team yang mayoritas perempuan. Namun dengan kerjasama yang baik dan spirit tinggi, kami yakin kami mampu menjadi yang terbaik.

Kami mulai menyusun strategi, Hani, Opik dan tante Joice yang sedang cedera bertanggung jawab untuk memasak. Saya, Vera dan Zeze akan menyelesaikan tantangan fisik untuk mendapatkan dan memperebutkan bahan makanan dari para tentara tersebut.

Vera, Ken, Zeze

Kami bertiga harus melawan Tim Merah yang semuanya laki-laki, Bagus, Lutfi dan Beng! Untungnya Vera dan Zeze tidak berkecil hati. Satu per satu tantangan berhasil kami lewati. Membawa amunisi canon, merayap, melewati halang rintang, menggelindingkan ban dan mencari kunci dalam tumpukan peluru.

Lutfi, Beng, Baguzt

Tim Biru berhasil mendapatkan kunci yang tepat dan menyalakan mesin mobil terlebih dahulu. Alhasil kami mampu tiba ke pos dan mendapatkan waktu memasak lebih lama dari Tim Merah.

Kami berharap, kami mampu memenangkan hati 150 prajurit angkatan darat dengan makanan kami!

Gelap malam menambah tegang suasana saat pengumuman pemenang. Hari yang melelahkan akan segera berakhir. Kami sangat berharap dapat menutup hari ini dengan kemenangan.

Rupanya doa tim kami dijawab oleh Tuhan. Lewat hasil voting, Tim Biru berhasil mengalahkan Tim Merah!!

Hadiah dari kemenangan kami adalah Exclusive Dinner di Cassis, French Fine Dining Restaurant, Jakarta.

Menu Makanan yang kami nikmati

Kami sungguh beruntung dapat menikmati sajian luar biasa dari salah satu restoran Perancis terbaik di Jakarta ini.

Berikut ini sedikit foto-foto yang saya ambil dari FB Cassis Fine Dining Restaurant :

The Atmosphere

Perfect!

Di kala kami sedang menikmati sajian istimewa, Pressure Test menanti Tim Merah. Perdebatan dan adu argumen mewarnai Pressure Test kali ini. Widya sebagai kapten menunjuk Desi dan Lutfi untuk masuk ke Pressure Test. Widya pun harus legawa ketika juri mengirimnya untuk masuk babak ini.

As a Blue Team, we are so proud of our team work. Team yang pada awalnya dipandang sebelah mata ternyata malah menjadi juara.

Thanks God, tanpa terasa kita sampai di pemberhentian 11 besar Master Chef Indonesia 2.. Keep going!

4 Responses to “Dipandang Sebelah Mata, Malah Jadi Juara”

  1. chacha leonardo August 22, 2012 at 10:28 am #

    mantaaaap… saya ngikutin dari awal dan berharap ken dpt bertahan terus sampai akhirnya jadi juara… keep it up, man!

  2. maya kepompong August 23, 2012 at 11:34 am #

    om Ken…titip slam buat ka zeze ya…

  3. ariohendra August 25, 2012 at 12:47 pm #

    ayo ken km pasti bisa, favorit lah jadi juara

  4. Fryscilia Dewi Silvani August 25, 2012 at 4:20 pm #

    Congratulation for Blue Team🙂
    oh ya, buat Ko Ken & Mas Opik sabar ya atas keluarnya Mas Baguzst.. Semoga aja Mas Baguzt masuk Black Team, jadi bisa kembali kut kompetisi lagi deh..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: